Pages

Jumat, 27 Mei 2011

Perjuangan

Kejadian ini terjadi kemarin, tepatnya tanggal 27 Mei 2011...

Seperti yang udah saya tulis sebelum2nya, saya memiliki masalah dengan pacar saya...
Kamis malam perasaan saya sangat hancur, saya menangis tanpa henti sampai rasanya air mata saya sudah kering, dada saya sesak, ingin rasanya berteriak.. Namun saya memutuskan untuk tidur dan berharap kejadian kamis sore hanyalah mimpi buruk dan saat saya bangun pagi tidak terjadi apa2 dengan hubungan saya dan Imam.. Saya terlalu takut hidup sendiri dan sya benar2 mencintai Imam.. Tapi saat saya bangun Jumat pagi saya sadar itu bukan mimpi dan seketika kesedihan saya datang lagi, lelah rasanya terus2an menangis, mata saya seperti diganduli berkilo-kilo batu kali, sangat berat...

Pagi2 saya langsung membuka laptop dan hanya memandangi foto Imam sambil terus menangis, cengeng memang.. Pikiran saya blank, di mata saya di pikiran saya di hati saya hanya ada Imam, mungkin sedikit naif namun itulah kenyataannya, inilah cinta terkuat yang pernah saya rasakan...

Sambil mondar-mandir saya berusaha berpikir saya harus melakukan apa agar hubungan saya bisa kembali lagi, akhirnya terlintas sebuah ide gila yang hanya akan dilakukan oleh orang yang sudah putus asa seperti saya sepertinya.. Seketika itu saya langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi.. Saat di dalam angkot 06 yang ada dipikiran saya hanyalah saya harus bertemu Imam secepatnya. Oia, tidak lupa saya membawa kue untuk saya berikan kepada orang tuanya.. Karena hari itu adalah hari jumat maka saya memutuskan untuk pergi ke Limau, karena dia selalu jumatan di sana, dan saya tau saya datang terlalu pagi karena saya berangkat jam 7.. Sesampainya di Taman Puring saya sempat bingung saya naek apa lagi supaya sampe di Limau, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki saja, dengan begitu akan memudahkan saya untuk bertanya jalan ke Limau..

Akhirnya saya sampai juga di Limau dalam keadaan ngos2an dan mata yang bengkak akibat menangis semalaman.. Saya mondar-mandir kebingungan dimana tempat saya akan menunggu Imam, akhirnya berhubung saya belum makan dari semalam saya memutuskan untuk makan bubur di sebelah gerbang sma Limau.. Selesai makan saya tetap menunggu disitu sambil terus smsan dengan teman saya, Pewe.. Mulai dari jam 9 saya terus duduk disitu, banyak sekali anak uhamka yang duduk disekitar saya, bahkan saya tidak peduli pendapat mereka tentang saya yang sendirian dengan mata bengkak dan terus melamun.. Kira2 jam 10an saya sms Imam untuk memastikan dimana dia akan jumatan namun sampai sms yang kedua dia belum juga membalas sms saya.. Akhirnya saya memutuskan untuk meneleponnya, meskipun telp pertama sempat tidak ada jawaban namun telp kedua saya berhasil mendengar suaranya.. Setelah saya tau dia solat di Limau, beberapa saat kemudian saya sms dia untuk datang ke warung sebelah gerbang sma Limau saat dia selesai jumatan.. Sms saya memang tidak dibalas namun sebelumnya dia sudah sms kalo pulsa dia habis, jadi saya tetap sabar menunggu di Limau sambil ditemani sms2 dari Pewe, Mijoo, Dewi, Dian..

Waktunya Jumatan pun tiba namun saya tetap tidak melihat keberadaan motor Imam. jujur saya sangat panik, takut dia sudah tau saya ada di Limau.. Akhirnya saat Adzan berkumandang saya memutuskan untuk berkeliling mencari motornya, sampai saya sudah memutari sma Limau, TK Limau, SD Limau, SMP Limau, bahkan Uhamka saya tetap tidak melihat mototrnya.. Jujur saya sangat sedih, terpukul, putus asa, dan ingin sekali menangis.. Sambil menunggu selesai Jumatan saya memutuskan untuk makan Es Pisang Ijo dan mengirimkan sms ke Imam kalo saya menunggu di Es Pisang Ijo.. Tidak berapa lama Jumatan selesai namun saya tetap tidak melihat keberadaan Imam, akhirnya saya memutuskan untuk meneleponnya, takut2 dia tidak membawa hp, dan benar saja saat telpon diangkat yang mengangkatnya adalah Dani, adeknya.. Dani bilang Imamnya Jumatan, namun saya tetap diam di tempat Es Pisang Ijo, karena jujur saya sangat lelah, lelah karena putus asa dan karena memang saya sangat capek terus berjalan kaki..

Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke tempat tadi, dan jujur itu adalah harapan saya yang terakhir, saya berharap Imam ada di tempat itu.. Saya terus berjalan lungkai, dan terus menajamkan pandangan.. Dan akhirnya dari kejauhan saya melihat sesosok memakai kaos coklat dan jeans hitam, Imam.. Iya dia ada disana, duduk dan saya berharap dia sedang menunggu saya.. Rasanya ingin sekali berlari dan langsung memeluknya, namun saya terus menahan agar air mata saya tidak tumpah dan tetap tersenyum.. Setelah bertemu dengannya saya langsung mengajaknya kerumahnya, saya ingin sekali bertemu orang tuanya, menginjakkan kaki dirumahnya, karena jujur saya takut kami tidak bisa bersama lagi, saya pikir saya akan melakukan semuanya untuk yang terakhir kali.. Saat di motor saya meminta ijin untuk memeluknya, di perjalanan Imam bersikap seperti biasanya namun lebih datar.. akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya apakah kami jadi putus.. Dan dia pun menjawab dengan gelengan kepala.. Rasanya seperti melayang, seperti mendapatkan hadiah yang tak terkira harganya.. Ya, kami tetap melanjutkan hubungan kami.. Dan saya berjanji kepada diri saya sendiri untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan terakhir yang dia berikan ini.. Saya akan terus berusaha memperbaiki diri dan lebih pengertian.. :)
Ya meskipun sikapnya belum sehangat biasanya saya tetap harus bersabar, saya tau kejadian kemarin itu juga hal yang berat untuknya.. Dia pasti perlu waktu agar semuanya kembali seperti semula, tentunya dengan perubahan yang telah kami sepakati :)

Terima Kasih ya Allah. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Kau berikan kepada kami :)

I Love You, Imam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar