Hay hay saya mau share tentang salah satu jajanan pinggir jalan di daerah Kebayoran Baru nih, namanya ES PISANG IJO! Sebenernya minuman ini sudah sangat dikenal orang namun penjualnya masih jarang sekali, daerah yang saya tau menjual es khas Makasar ini cuma 2 tempat, yaitu Tanjung Duren dan Limau (tepatnya depan UHAMKA) tapi pastinya ada banyak tempat2 lainnya, apalagi bila tempat makan khas Makasar, saya rasa pasti menjual es pisang ijo ini.
Nah langsung aja nih ya, jadi hari rabu jadwal kuliah saya pagi dan siang tapi ada jeda sekitar 3 jam jadi saya dan pacar saya memutuskan untuk pergi mencari jajanan (kebiasaan kami disaat jeda kuliah). Dan beberapa hari sebemlumnya saya emang janjian sama temen saya untuk ketemu di tempat jualan es pisang ijo di Limau (temen saya gak jadi dateng). Sesampainya di Limau saya langsung memesan 2 porsi, karena memang kebetulan cuacanya pas, siang2 panas mentereng dan habis kena macet. Dan inilah penampakannya saat finishing:
Setelah jadi saya langsung melahapnya, apalagi saya memang sangat kepanasan...
Sekarang saya mau cerita isinya nih, pertama bagian paling bawah itu ada potongan2 pisang tanduk yang sudah dikukus dan digulung dengan adonan tepung beras+pandan wangi, ditambah dengan potongan2 roti tawar, lalu atasnya disiram dengan bubur sumsum, setelah itu diatasnya beri es serut yang disiram dengan sirup rasa pisang, dan sentuhan terakhirnya susu kental manis. Jangan tanya rasanya deh, dijamin enak banget, liat aja penampakannya udah segar banget kan? Jadi, saya sangat merekomendasikan kepada temen2 semua buat nyobain deh nih Es Pisang Ijo asal Makasar ini. Dijamin gak nyesel :D
Makasih banget buat Ocha, saya terinspirasi buat beli gara2 dia :D
Rabu, 06 April 2011
Senin, 04 April 2011
Impian Kecil
Impian kecil? Hmm, sebenarnya saya juga bingung apa itu impian kecil? Emang beda ya sama impian besar? Trus kenapa ada impian besar sama impian kecil?
Mendapatkan IPK lebih dari 3,5 saya menyebutnya sebagai impian kecil yang pasti berdampak sangat besar terhadap impian besar saya
Mendapatkan nilai A juga merupakan salah satu impian kecil saya, jadi menurut saya impian kecil adalah mimpi-mimpi yang terlihat kecil namun penting pada saat sekarang dan pasti akan berdampak besar terhadap cita-cita atau impian saya nantinya
Dan impian-impian sederhana saya pada saat sekarang hanya bertujuan pada satu hal yaitu, bahagia cukup lahir batin bersama keluarga saya nantinya, klise mungkin karena semua orang di dunia ini pasti akan memiliki impian yang sama dengan saya, namun impian itu bagi saya sangatlah 'mewah' dan sulit. Meskipun banyak orang bilang 'tidak ada yang sulit di dunia ini' bagi saya itu benar-benar sulit, apalagi bila keadaan lingkungan yang saya diami semakin tidak mendukung :) maka dari itu saya akan terus berjuang agar cita-cita saya dapat tercapai, dan saya akan memulainya dengan impian-impian kecil yang sederhana itu
Mama, Beliaulah semangat saya
Love you, Mom
Mendapatkan IPK lebih dari 3,5 saya menyebutnya sebagai impian kecil yang pasti berdampak sangat besar terhadap impian besar saya
Mendapatkan nilai A juga merupakan salah satu impian kecil saya, jadi menurut saya impian kecil adalah mimpi-mimpi yang terlihat kecil namun penting pada saat sekarang dan pasti akan berdampak besar terhadap cita-cita atau impian saya nantinya
Dan impian-impian sederhana saya pada saat sekarang hanya bertujuan pada satu hal yaitu, bahagia cukup lahir batin bersama keluarga saya nantinya, klise mungkin karena semua orang di dunia ini pasti akan memiliki impian yang sama dengan saya, namun impian itu bagi saya sangatlah 'mewah' dan sulit. Meskipun banyak orang bilang 'tidak ada yang sulit di dunia ini' bagi saya itu benar-benar sulit, apalagi bila keadaan lingkungan yang saya diami semakin tidak mendukung :) maka dari itu saya akan terus berjuang agar cita-cita saya dapat tercapai, dan saya akan memulainya dengan impian-impian kecil yang sederhana itu
Mama, Beliaulah semangat saya
Love you, Mom
Sabtu, 02 April 2011
Imam Kriswanto
Hmm, okey sebenarnya terlalu narsis kalo postingan pertama di blog baru isinya pacar sendiri, tapi alasan kenapa saya menulis tentang Imam adalah karena saya mau berterima kasih kepada Allah swt karena telah memberikan saya pacar yang begitu baik dan sabar, saya selalu bersyukur ketika melihatnya. Hmm, semoga apa yang saya syukuri sekarang ini tidak berlebihan :) oke kita mulai ceritanya
Saya hanya ingin bercerita apa yang saya alami bersamanya hari ini, pada saat tanggal 23 Maret 2011 tepatnya mata kuliah Logika Matematika saya sempat ngambek sama Imam karena masalah sepele, dan pada saat di kelas saya sangat grasak-grusuk mengeluarkan binder, sehingga tanpa sadar tempat pensil saya yang kebuka terjatuh dan karena saya sedang kesal sama Imam, saya hanya mengambil asal barang2 dari tempat pensil saya yang terjatuh, singkat cerita saat saya sampai rumah dan diantar Imam (kami sudah berbaikan) adik saya ingin memakai internet dan saya bilang kalo modemnya ada di tempat pensil, tidak berapa lama adik saya bilang kalo modem saya tidak ada, seketika saya panik dan saat itu Imam langsung ingat ketika tempat pensil saya jatuh, akhirnya kami kembali ke kampus untuk mencari modem itu, sebenarnya saya tau sangat mustahil modem itu dapat saya temukan, namun karena saya tidak ingin menyesal bila belum dicari kami langsung ke kampus padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Sesampainya disana benar saja kalo modem saya tidak ketemu, meskipun begitu saya tetap sangat berterima kasih kepada Imam karena mau mengantar saya kembali ke kampus.
Setelah beberapa hari saya baru merasakan dampak dari kehilangan modem yaitu saat saya harus menyelesaikan tugas2. Saya berpikir apakah lebih baik kalo saya meminjam uang Imam untuk membeli modem, tapi di lain pihak saya tau uang yang dikumpulkan oleh Imam itu untuk membeli hp Android. kemudian saya urungkan niat saya, namun saat tanggal 2 April 2011 atau tepatnya kemaren saya kembali memikirkan rencana itu, dan dengan keegoisan saya (seharusnya saya lebih memikirkan perasaan Imam) saya bilang kepada Imam namun secara tersirat, dan selanjutnya kami hanya salah paham dan dengan memaksa saya Imam mengajak saya untuk membeli modem yang baru, namun setelah Imam mengajak saya untuk membeli modem yang saya rasakan adalah persaan bersalah, tapi pada akhirnya Imam tetap membelikan saya modem :) thankyou sweetheart
Mungkin untuk sebagian orang akan ada yang berpikir kalo saya itu sangat matre, bukan materinya yang memaksa tapi keadaannya :) dan pasti ada yang berpikir juga kalo Imam terpaksa membelikan saya, tentu tidak karena dia terlihat sangat bahagia saat membelinya, mungkin terlalu munafik bila hanya menilainya dari ekspresi namun begitulah Imam, dia tidak pernah menyambunyikan ekspresinya kepada saya :)
Terima kasih ya yang, aku janji bakalan ngejaga modem ini baik2 :)
Love you
Saya hanya ingin bercerita apa yang saya alami bersamanya hari ini, pada saat tanggal 23 Maret 2011 tepatnya mata kuliah Logika Matematika saya sempat ngambek sama Imam karena masalah sepele, dan pada saat di kelas saya sangat grasak-grusuk mengeluarkan binder, sehingga tanpa sadar tempat pensil saya yang kebuka terjatuh dan karena saya sedang kesal sama Imam, saya hanya mengambil asal barang2 dari tempat pensil saya yang terjatuh, singkat cerita saat saya sampai rumah dan diantar Imam (kami sudah berbaikan) adik saya ingin memakai internet dan saya bilang kalo modemnya ada di tempat pensil, tidak berapa lama adik saya bilang kalo modem saya tidak ada, seketika saya panik dan saat itu Imam langsung ingat ketika tempat pensil saya jatuh, akhirnya kami kembali ke kampus untuk mencari modem itu, sebenarnya saya tau sangat mustahil modem itu dapat saya temukan, namun karena saya tidak ingin menyesal bila belum dicari kami langsung ke kampus padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Sesampainya disana benar saja kalo modem saya tidak ketemu, meskipun begitu saya tetap sangat berterima kasih kepada Imam karena mau mengantar saya kembali ke kampus.
Setelah beberapa hari saya baru merasakan dampak dari kehilangan modem yaitu saat saya harus menyelesaikan tugas2. Saya berpikir apakah lebih baik kalo saya meminjam uang Imam untuk membeli modem, tapi di lain pihak saya tau uang yang dikumpulkan oleh Imam itu untuk membeli hp Android. kemudian saya urungkan niat saya, namun saat tanggal 2 April 2011 atau tepatnya kemaren saya kembali memikirkan rencana itu, dan dengan keegoisan saya (seharusnya saya lebih memikirkan perasaan Imam) saya bilang kepada Imam namun secara tersirat, dan selanjutnya kami hanya salah paham dan dengan memaksa saya Imam mengajak saya untuk membeli modem yang baru, namun setelah Imam mengajak saya untuk membeli modem yang saya rasakan adalah persaan bersalah, tapi pada akhirnya Imam tetap membelikan saya modem :) thankyou sweetheart
Mungkin untuk sebagian orang akan ada yang berpikir kalo saya itu sangat matre, bukan materinya yang memaksa tapi keadaannya :) dan pasti ada yang berpikir juga kalo Imam terpaksa membelikan saya, tentu tidak karena dia terlihat sangat bahagia saat membelinya, mungkin terlalu munafik bila hanya menilainya dari ekspresi namun begitulah Imam, dia tidak pernah menyambunyikan ekspresinya kepada saya :)
Terima kasih ya yang, aku janji bakalan ngejaga modem ini baik2 :)
Love you
Langganan:
Postingan (Atom)

